Warning! Ruang Isolasi Covid-19 Tersisa Satu, Kasus Melonjak, MD 21 Jiwa

  • Whatsapp
Bupati Gusnan saat meninjau asrama Akbid yang dijadikan ruang isolasi beberapa waktu lalu

KOTA MANNA – Warga Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) yang terkonfirmasi Covid-19 terus bertambah. Bahkan terbaru, trend kasus konfirmasi melonjak dari biasanya. Berdasarkan data Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten BS, total kasus sampai saat ini sudah diangka 210 warga terkonfirmasi Covid-19, 163 dinyatakan sembuh, 21 dinyatakan meninggal dunia (MD).

Selain itu, saat ini, ada 24 orang masih dinyatakan positif, sebagian besar menjalani isolasi mandiri, serta 9 diantaranya menjalani rawat inap di ruang isolasi RSUD HD Manna. Dengan 9 pasien konfirmasi Covid-19 yang menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit, maka dipastikan ruang isolasi hampir penuh.

Bacaan Lainnya

Mengingat masih tersedia satu ruangan lagi dari total 10 ruangan isolasi yang tersedia di gedung baru tersebut. “Ada kenaikan kasus yang luar biasa dalam pekan ini. Bahkan yang dirawat sebanyak 9 orang. Kondisi ini mengakibatkan ruang isolasi hampir penuh. Bahkan penambahan kasus terbaru kemarin ada 4 kasus hasil swab dinyatakan positif. Kalau bertambah lagi, maka ruangan isolasi yang baru kita bangun akan penuh. Bahkan jika bertambah dua orang lagi, terpaksa satu orangnya di rawat di luar gedung,” terang Kepala Dinkes BS Siswanto S.Sos M.Si.

Siswanto menambahkan, dengan adanya lonjakan kasus pihaknya mensinyalir warga mulai abai terhadap protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, karena banyak ditemui dibulan Ramadhan saat ini warga yang berkerumun terutama di pasar-pasar maupun di pinggir jalan untuk membeli jajanan takjil, maupun mereka yang menunaikan ibadah di masjid tidak mematuhi prokes.

Bukan hanya itu, di beberapa lokasi perbankan dan OPD yang menyalurkan bantuan juga banyak terjadi kerumunan massa yang berpotensi menularkan virus Corona. “Untuk itu, kami tetap mengimbau warga selalu waspada dan tetap memakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak, terpenting juga jauhi kerumunan massa. Selain itu untuk penertiban diharapkan aparat kembali merazia tempat-tempat yang berpotensi kerumunan massa,” imbau Siswanto.(one)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *