Usulan DAK Pendidikan Capai 100 Miliar

  • Whatsapp
Penerapan prokes yang ketat di lingkungan sekolah di Bengkulu Selatan

KOTA MANNA – Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan jenjang TK, SD hingga SMP terutama di bidang fisik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) BS, kembali mengusulkan anggaran bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Kemendikbud RI untuk realiasi program pembangunan tahun 2022 mendatang. Besarannya mencapai Rp 100 miliar, yang diperuntukkan bagi 70 item pembangunan.

Hal ini disampaikan oleh Kasubbag Perencanaan, Pelaporan dan Evaluasi (PPE) Dinas Dikbud BS, Yen September, S.Pd.I. Menurut Yen, beberapa program pembangunan yang diprioritaskan mulai rehab ruang belajar, rehab jamban, rehab ruang guru, pembangunan perpustakaan, rehab Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Saat ini sedang tahap input data oleh sekolah ke laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kemungkinan pada awal bulan Mei mendatang sudah bisa dilakukan verifikasi faktual (Verval) ke sekolah tujuan, apabila semua berkasnya sudah lengkap,” kata Yen.

Besaran usulan tersebut kata Yen, mengalami kenaikan sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu mengingat kondisi sekolah di BS masih banyak untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Terutama untuk bangunan fisik sekolah. Hal itu juga terlihat dari banyaknya draft usulan pembangunan yang disampaikan pihak sekolah, serta pantauan langsung tim Dinas Dikbud di lapangan.

“Kalau tahun ini total anggaran DAK yang terealisasi sebesar Rp 43 miliar dengan 63 item rehab. Untuk prosesnya sedang berjalan dan sebentar lagi akan mulai proses realisasi. Mudah-mudahan kedepannya semua usulan kali ini dapat terealisasi dengan maksimal,” paparnya.

Sedangkan untuk metode pelaksanaan proyek, Yen mengaku kedepan tetap dilaksanakan oleh pihak ketiga atau tak lagi swakelola, yakni melalui kerjasama dengan tim Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) BS. Hal itu kata Yen, sesuai SE dari Kemendikbud RI, bahwa prosedur pengerjaan melalui pihak ketiga dinilai lebih efektif dan tidak lagi membebankan pihak sekolah untuk memanajemen kegiatan proyek.

“Sekolah tinggal terima bangunan yang sudah jadi dan layak huni. Semua prosesnya dilaksanakan tim yang ditunjuk,” pungkasnya. (cw2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *