Terima Kasih Kami Kepada Pembaca Setia: Mengayuh di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

PERJALANAN waktu yang bukanlah singkat, meski juga belum dapat dikatakan panjang. Sejak berdiri pada 1 April 2008, Harian Radar Selatan mencoba hadir menjadi wadah penyedia informasi bagi masyarakat Bengkulu Selatan, Seluma dan Kaur serta Kota Bengkulu.

Layar Koran Kebanggaan Orang Semaku ini pun terus berupaya berkembang di tengah berbagai hempasan gelombang situasi yang tidak menentu. Namun hempasan yang kencang menjadi berkah ketika rasa syukur bahwa layar tak sobek dan masih terkembang, agar terus dapat memenuhi arus informasi masyarakat yang semakin hari semakin tinggi.

Lahir di tengah krisis moneter yang terjadi pada 2008. Dikutip dari ekbis.sindonews.com, pada 2008, bangkrutnya Bank Lehman Brothers yang memiliki aset bernilai USD600 miliar menjadi simbol dimulainya krisis moneter paling dramatis sejak masa Depresi Hebat. Penyebabnya berkaitan dengan dideregulasinya beberapa kebijakan sektor keuangan, kebijakan moneter yang buruk dan runtuhnya ekonomi internasional akibat tingkat utang tinggi di sektor publik dan swasta. Efek yang disebabkan krisis ini begitu hebat. Hingga Maret 2009, 45% dari kekayaan global telah lenyap akibat krisis ini.

Namun Harian Radar Selatan di bawah Rakyat Bengkulu Media Grup (RBMG), mencoba menancapkan diri di tengah kebutuhan arus informasi lokal masyarakat Semaku (sebutan kesatuan dari Seluma, Bengkulu Selatan/Manna dan Kaur). Sebagai pendatang baru di bisnis media cetak, Radar Selatan terbit dengan 8 halaman.

Namun seiring berjalannya waktu, Harian Radar Selatan yang semakin kokoh dengan tiang layar yang terus mengembangkan dirinya menambah berbagai rubrik berita demi memenuhi rasa haus para pembaca akan informasi yang mendidik, terkini, serta menjadi penyaring di tengah terpaan informasi hoax yang tidak diketahui sumber kebenarannya.

Apakah begitu mulus jalan yang dilalui? Tentu tidak, berbagai kerikil tajam menancap. Batu cadas hadangan globalisasi menguat membuat tameng nyaris tak tertembus. Persaingan dunia informasi yang semakin canggih menjadi gelombang badai yang menghantam bisnis media cetak.

Harian Radar Selatan yang ditempah dengan rasa sakit di awal pendiriannya, mungkin menjadi modal awal untuk tetap menegakkan perisai sebagai pelindung dari gempuran bisnis media dalam jaringan atau mengenalkan dirinya sebagai Koran Online lokal.

Bantuan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, khususnya pemerintah Bumi Sekundang Setungguan, Bumi Serasan Seijoan dan Bumi Sehasan Sehilean, menjadikan Koran ini tetap bisa Tumbuh Dalam Kebersamaan, pergantian kepala daerah layaknya berkah sekaligus tiupun yang mewajibkan Radar Selatan untuk kembali menancapkan akar yang memang belum terlalu kokoh ini.

Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah, salah seorang tokoh Serawai yang berkali-kali mengatakan jika “keadaan yang tak mendukung bukan berarti harus menghentikan langkah untuk terus maju.” Menjadi penyemangat tersendiri untuk terus berinovasi dalam perbaikan kata-kata, kalimat hingga teknik penyampaian informasi dari Radar Selatan.

Di satu waktu sang Kepala Daerah berkata, sesibuk-sibuknya menjalankan upaya pembangunan daerah, dirinya masih menyempatkan waktu membaca koran untuk memastikan jika tidak ada info yang terlewat. “Terutama informasi tentang warga, kadang tidak mungkin akan sampai dengan sendirinya tanpa bantuan penyampaian informasi dari koran,” ungkap Rohidin, ketika dirinya masih menjabat sebagai Wabup Bumi Sekundang Setungguan.

Pun ketika dirinya sudah mengukuhkan diri kembali menjabat sebagai Gubernur Bumi Raflesia untuk kedua kalinya. Baginya kewajiban membaca koran meski hanya sesaat, menjadi rutinitas untuk menyegarkan pemikiran sebelum menjalankan aktivitasnya memimpin pembangunan Provinsi Bengkulu.

Namun semua dukungan terhadap Radar Selatan, dukungan pembaca setia merupakan hal paling utama. Tidak ada koran Harian Radar Selatan tanpa mereka yang tetap percaya membaca dan berlanggaran Koran Kebanggaaan Orang Semaku ini.

Terima kasih sudah menjadi bagian dalam perkebanganan Radar Selatan dalam 13 tahun ini. Semoga ke depan, Radar Selatan masih mampu bertahan bahkan berkembang di tengah berbagai terpaan tantanganan globalisasi dan teknologi. (sak/redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *