Ratusan Pengunjung Pantai Linau Dibubarkan

  • Whatsapp

MAJE – Sejumlah pengunjung pantai Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur pada Jumat (14/5) H+2 terpaksa dibubarkan oleh tim satgas Covid-19 Kecamatan Maje.

Pembubaran dilakukan secara sopan dan humanis. Upaya tim gugus tugas itu terpaksa dilakukan lantaran banyaknya pengunjung yang datang ke Pantai Linau.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, meski tidak ada acara hiburan dan tempat santai berupa gazebo, namun tetap saja objek wisata yang dilengkapi dengan talud dan dermaga ini masih menjadi primadona saat mengunjungi Kabupaten Kaur. “Kita bubarkan secara sopan dan homanis, kita berupaya mencegah penularan covid-19,” ujar Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono,S.IK, MH disampaikan Kapolsek Maje Ipda Cahya P Tuhuteru,S.Tr.K

Dikatakan Kapolsek, selain personil Polsek Maje juga pihaknya dibantu Relawan Covid-19 Desa Linau yang dikomandoi Kades Linau Agustiawan bersama tiga personil. Pihaknya memberikan himbauan dengan cara humanis dan sopan kepada warga yang berkumpul agar membubarkan diri dengan tujuan memutus mata rantai Covid 19.

“Kegiatan pengamanan dilakukan dengan cara Patroli jalan kaki di seputaran Dermaga Linau dan memberikan himbauan kepada warga dengan menggunakan pengeras suara, maupun berkomunikasi secara langsung dengan pengunjung. Hasilnya tidak ada warga yang berkerumun di sekitaran lokasi,” tegas Kapolsek.

Pengendara Putar Balik

Sementara itu objek wisata lain yang ramai pengunjung yakni pantai Pengubayan satgas yang bertugas terpaksa memutar balik puluhan kendaraan. Hal ini lantaran terjadinya penumpukan pengunjung diseputaran pantai Pengubayan dan objek wisata.

“Puluhan kendaraan kita putar balik, saya langsung turun ke lokasi posko,” kata Herman Kades Pengubayan Kecamatan Kaur Selatan Herman, S.Pd kepada Rasel.

Dikatakannya meski sudah dihimbau tak mengunjungi objek wisata namun masih banyak yang mengunjungi lokasi tersebut. Puluhan bahkan ratusan kendaraan melintas dilokasi dan berupaya untuk parkir dan istirahat, nah saat kendaraan akan parkir diminta untuk putar balik. “Kami lakukan pendekatan dan memberikan penjelasan terkait dengan 3M, serta tidak membuat kerumunan,” ujar Kades.(jul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *