Pencuri “Hantui” Warga Padang Niur

  • Whatsapp
MEDIASI: Peresah warga kawasan Padang Kedondong yang kerab kehilangan ayam, akhirnya dimediasi Bhabinkamtibmas Polsek Kota Manna, Kamis (20/5)

KOTA MANNA – Warga kawasan Padang Kedondong, Kelurahan Gunung Ayu dan Desa Padang Niur Kecamatan Kota Manna, beberapa hari terakhir resah. Aksi pencurian terus saja terjadi. Bahkan, aksi sang “panjang tangan” ini mulai menghantui warga desa. Mereka tak lagi terlelap tidur. Siang pun mereka was-was. Hanya berselang beberapa hari, ada saja warga yang menjadi kehilangan.

Targetnya berbeda-beda. Diduga, pelaku beraksi dengan memanfaatkan kelengahan warga. Mulai dari bebek, ayam, mesin jahit, dan terbaru mesin air. “Puncaknya sebulan terakhir. Paling banyak di bulan puasa kemarin. Kami bersama warga selalu mengontrol dan mengawasi. Tapi hingga sekarang (kemarin) belum diketahui pelakunya,” kata Pjs Kades Padang Niur Kecamatan Kota Manna, Muhammad Redo, SE ditemui Rasel kemarin (20/5).

Bacaan Lainnya

Redo menyebut, dalam sebulan terakhir, setidaknya lebih dari 15 warga yang kehilangan ayam. Bahkan, ada kejadian salah satu warga yang kehilangan mesin jahit di dalam rumahnya. Menurut Redo, hal ini sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Bhabinkamtibmas dan Polres BS. Tapi pelakunya belum juga tertangkap. “Ini sudah pasti membuat warga semakin gusar,” imbuh Redo

Sementara itu, Kepala Urusan Keuangan Desa Padang Niur, Sigit Aprizal, S.Pd. mengaku, sejauh ini, sudah ada oknum yang dicurigai oleh warga dan gerak-geraknya sudah diawasi. Kecurigaan mulai menguat. Ini setelah sekitar seminggu sebelum hari Raya Idul Fitri, Emdan, warga setempat, kehilangan empat ekor ayam bangkok dan kampung. Tak berselang lama, Emdan menemukan jejak pelaku yang berlari ke arah kebun di belakang rumahnya.

“Saat itu Elvin, anak Emdan melihat terduga pelaku masuk ke dalam rumah. Lalu dikejarlah pelaku tersebut. Saat digerebek di dalam rumah terduga pelaku, ayam milik Emdan ditemukan. Pertama di letakkan di dalam kamar dan ditutup dengan terpal, kemudian diletakkan di dalam lemari baju,” sambungnya.

Tapi lagi-lagi warga belum berani menyimpulkan bahwa orang tersebut adalah pelaku utama. Selang beberapa saat, Elvin anaknya Emdan, kembali mendapati pintu belakang rumahnya terbuka. Saat dicek, giliran mesin jahit yang hilang. “Atas dasar inilah, kami berharap kepada aparat penegak hukum agar segera menindaklanjuti keluhan warga kami. Jangan sampai aksi ini terus berulang dan mengakibatkan warga naik pitam,” harap Sigit.

Dimediasi Agar Tak Maling Lagi

Sementara itu, pelaku maling ayam yang meresahkan warga kawasan Padang Kedondong, Kelurahan Gunung Ayu dan Desa Padang Niur Kecamatan Kota Manna, akhirnya ketahuan. Ternyata si pelaku merupakan warga setempat yang masih tercatat berusia 17 tahun.

Lantaran usianya yang masih di bawah umur secara hukum, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Ayu hingga Desa Gelumbang Kecamatan Kota Manna, Aipda. Riswandi, menjalankan penyelesaian secara kemasyarakatan atau problem solving. Mendatangkan sebagian korban yang pernah kehilangan ayam, bunga dan beberapa barang lainnya.

Pelapor, Ibran Daniel (43), warga RT 05 Kelurahan Gunung Ayu, yang menangkap tangan pelaku. Akhirnya menyetujui penyelesaian secara kekeluargaan yang dimediasi Bhabingkamtibmas. “Memang perbuatannya meresahkan warga. Tapi kita coba dulu diselesaikan secara kekeluargaan, pelaku membuat surat pernyataan di atas meterai. Ini menjadi modal, jika sekali lagi tertangkap warga, mencuri apapun, akan langsung diproses hukum,” tegas Kapolres BS melalui Kapolsek Manna disampaikan Bhabinkamtibmas, Aipda. Riswandi.

Dalam proses mediasi, warga menyayangkan pelaku yang ternyata warga setempat. Tetapi malah meresahkan para tetangganya sendiri yang seharusnya saling menjaga. “Bukan satu dua rumah, di gang tempat tinggalnya saja, hampir setiap rumah pernah mengalami kehilangan akibat ulah maling. Meski tidak ada bukti anak itu pelakunya, tindak tanduknya yang meresahkan, menjadi terduga utama. Saya kemarin (Rabu, 19/5) baru kehilangan mesin air. Sebelumnya lima ekor ayam saya juga hilang,” ungkap salah seorang saksi sekaligus korban, Deden Irawan.

Ibarat pepatah, sambung Deden, “terang di hati tak nampak di mata” pelaku pencurian sudah sangat dicurigai, tetapi belum ada bukti secara langsung. “Kami harap dengan adanya problem solving ini, tidak ada lagi kasus pencurian yang terjadi. Jika tidak, warga mungkin akan bertindak,” tegas Deden.

Saat ditanya kemana ayam-ayam yang dicuri oleh pelaku? Remaja berusia 17 tahun berinisial Gi itu mengaku selama ini ayam-ayam tersebut dijual langsung ke Pasar Kutau. “Ada yang dijual Rp 40 ribu seekor, tapi kalau yang kecil-kecil biasanya dijual borongan,” ungkapnya di hadapan warga dan Bhabinkamtibmas Polsek Manna.

Uang yang didapat, biasanya dibelikan rokok atau habis untuk hura-hura mabuk-mabukkan tuak. Gi berjanji dirinya tidak akan lagi mencuri ayam warga.

Terpisah, Ketua RT 02 Kelurahan Gunung Ayu yang juga menjadi korban kemalingan hewan peliharaan, berharap dengan terungkapnya pelaku. Setidaknya sudah tidak ada lagi yang meresahkan warga. “Tapi jika tetap masih ada yang kemalingan, berarti anak itu tidak berubah. Harus dihukum agar jerah,” tuntas Ketua RT. (cw2/**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *