Pelayanan RSUD Tais Dikeluhkan Pasien

  • Whatsapp
KETERANGAN : Manajemen RSUD Tais saat memberikan klarifikasinya. Terkait adanya informasi penolakan pasien di RSUD Tais

TAIS – Pelayanan di RSUD Tais kembali dikeluhkan masyarakat. Salah seorang pasien rujukan Puskesmas Masmambang, Herianto (37), warga Desa Durian Bubur Kecamatan Talo mengaku ditolak pihak RSUD Tais, pada Selasa malam (30/3). Pasien yang didiagnosa Colic Abdomen ini, langsung dirujuk ke RS di Kota Bengkulu.

Alasan pihak RSUD Tais tak melayani pasien tersebut, lantaran alat rontgen di rumah sakit plat merah ini rusak. Ditambah, dokter spesialis sedang tidak ada ditempat. “Pasien tidak diperiksa dulu di RSUD Tais, disuruh rujuk ke Bengkulu dengan alasan rontgen rusak dan dokter spesialis tidak ada,” terang keluarga korban minta namanya tak ditulis.

Padahal, kondisi pasien sedang darurat dan karena segera membutuhkan penanganan. Pasien langsung dibawa ke rumah sakit di Kota Bengkulu. “Keterangan lengkapnya ada di sisrut. Dokter tidak ada di tempat, alat Rontgen rusak,” keluhnya.

Menanggapi ini, Direktur RSUD Tais, dr Wiwin Herwini melalui Kabid Tata Usaha, Habib Sinaga membenarkan jika pasien rujukan Puskesmas Masmambang tidak dirawat di RSUD Tais. Lantaran dokter yang menangani sedang tidak ada di RSUD Tais. Juga alat Rontgen rusak, tidak dapat digunakan. “Sebenarnya ini adalah miskomunikasi antara Puskesmas Masmambang dan RSUD Tais dalam implementasi sisrut. Yang berdampak pada pasien,” ujarnya.

Menurutnya, memang saat kejadian peralatan yang ada tengah rusak. Sehingga tidak bisa memberikan pelayanan maksimal. Sehingga alasan inilah yang semakin meyakinkan untuk kembali merujuk pasien ke Bengkulu. Selain itu dokter spesialis sudah ada. Hanya saja saat pasien tiba di RSUD Tais, dokter sedang tidak di tempat. Namun, jika dihubungi ke ponselnya dokter spesialis yang ada akan datang ke rumah sakit untuk melakukan tugasnya. “Dokter spesialis sifatnya standby kapan dipanggil dan ada pasien akan datang. Tidak serta merta selalu ada di RSUD ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Seluma Nofi Erian Andesca Ssos menyesalkan sikap petugas medis yang menolak pasien yang tengah kritis dengan penyakit yang dialami. Seharusnya, pasien tersebut dilayani terlebih dahulu. “Seharusnya pasien itu dilayani terlebih dahulu, baru administrasi berjalan. Bukan. Sebaliknya yang justru kembali merujuk pasien,” tegasnya. (rwf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *