Karena Berhutang, Remaja Ini Nekat Curi Sandal

  • Whatsapp
ilustrasi

KOTA MANNA – Aksi kenakalan remaja semakin menjadi saja. Belum lama terungkap aksi seorang remaja berinisial Gi (17) yang meresahkan warga kawasan Padang Kedondong (Kelurahan Gunung Ayu, Desa Padang Niur dan sekitarnya), karena kerap mencuri hewan ternak, khususnya ayam bangkok.

Aksi kenalan remaja kembali terungkap di Kelurahan Gunung Ayu. Kali ini remaja berinisial Re (17), warga Kecamatan Kota Manna, sempat diamankan ke Mapolres BS pada Selasa (25/5) malam, setelah tertangkap warga mencuri sepasang sandal milik warga Kelurahan Gunung Ayu Kecamatan Kota Manna.

Bacaan Lainnya

Parahnya, Re mencuri di bawah pengaruh obat-obatan untuk mendapatkan sensasi mabuk. “Sandal saya ambil dari salah satu rumah warga (di Kelurahan Gunung Ayu). Saya tidak tahu itu rumah siapa,” beber Re saat diamankan petugas di Mapolres BS.

Naas bagi Re, aksinya kepergok warga. Melihat gerak-gerik Re yang mencurigakan, warga langsung mengamankan Re, kemudian diserahkan ke Mapolres BS. Sepasang sandal yang telah diambil oleh Re, juga diserahkan ke polisi sebagai barang bukti.

Re mengaku mencuri sandal karena butuh uang untuk membayar utang kepada temannya Rp 20 ribu. Rencananya, sandal yang dicuri akan dijual melalui forum jual beli aplikasi Facebook. Namun belum lagi rencananya terlaksana, Re sudah tertangkap tangan oleh warga. Kepada polisi, Remaja tersebut mengaku baru sekali mencuri. Ia nekat mencuri karena malu memiliki utang dengan temannya.

Setelah mendengar pengakuan Re, warga merasa iba. Pemilik sandal yang dicuri bersedia berdamai. Persoalan tersebut pun diselesaikan secara kekeluargaan.

Kapolres BS, AKBP Deddy Nata SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Gajendra Harbiandri, STK, SIK, MH disampaikan Kanit Pidum, Ipda, M. Bintang Azhar, STr.K, mengaku sempat mengamankan seorang remaja pelaku pencurian. Namun atas permintaan warga dan korban, kasus tersebut berakhir damai. Re membuat pernyataan secara tertulis yang berisi perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Pelaku pencurian sandal dikembalikan kepada orang tua. Meningkatnya kenakalan remaja ini harus disikapi oleh setiap orang tua,” pesan Kanit Pidum. (yoh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *