Impor Vaksin Mendapat Embargo, Utamakan Lansia

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni

BENGKULU – Ketersediaan vaksin Covid-19 pada April 2021 diperkirakan bakal menipis. Hal itu disebabkan pengiriman vaksin Astrazeneca ke Indonesia yang tertunda akibat adanya embargo dari India.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengaku pemerintah telah menyiapkan strategi agar pelaksanaan vaskinasi tetap dilakukan. Yakni dengan mengubah masa rentang waktu penyuntingan dosis pertama dan kedua. Hal itu sesuai surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/I/653/2021 terkait Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Dari sebelumnya selama 14 hari, menjadi 28 hari untuk populasi usia 18 hingga 59 tahun. “Rentang waktu itu untuk semua usia, mulai dari 18 tahun hingga 59 tahun,” tegas Herwan, Selasa (30/3).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan keterbatasan vaksin juga membuat vaksinasi tahap dua nantinya akan diprioritaskan untuk lansia. Sejauh ini capain vaksinasi tahap dua baik untuk petugas publik dan lansia masih sangat rendah. Untuk petugas publik mencapai 18,26 persen atau 5.779 orang dan lansia baru 6,83 persen atau 1.508 orang. “Tingkat kebutuhan vaksin sebenarnya untuk 300 ribu orang. Namun karena terbatas, maka kita menerima saja apa yang dikirim oleh pusat,” ujar Herwan.

Selama Ramadhan, Herwan mengaku akan tetap melaksanakan penyuntikkan vaksinasi pada pagi hari. Sesuai fatwa MUI, pelaksanaan vaksinasi pada bulan Ramadhan tidak membatalkan ibadah puasa. “Namun pelaksanannya pada pagi hari,” tutur Herwan. (cia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *