Hitung Ulang, Yendra Unggul Tipis

  • Whatsapp
HITUNG ULANG : Pelaksanaan hitung ulang yang digelar di aula Mapolres Kaur Kamis (1/4)

KAUR – Panitia Pilkades tingkat kabupaten akhirnya melakukan penghitungan ulang hasil Pilkades Jawi Kecamatan Kinal, Kamis (1/4). Hasilnya, Yendra Haito cakades nomor urut 1 unggul tiga suara dibanding cakades nomor urut 3 Didi Haryanto

Pelaksanaan hitung ulang hasil pilkades itu digelar di aula Patriatama Polres Kaur sekitar pukul 10.00 WIB. Menghasilkan perolehan suara yang berbeda dengan yang dihasilkan oleh panitia Pilkades tingkat desa pada 28 Februari 2021 lalu, yang memutuskan draw antara Cakades nomor urut 1 Yendra Haito dan Cakades Nomor urut 3 Didi Aprianto.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kaur, M Adhar Cilas, M.Si. mengatakan, adapun perolehan suara hitung ulang yakni nomor urut 1 Yendra Haito dengan perolehan 149 suara, nomor urut 2 Ahmad Sutami 77 suara dan nomor urut 3 Didi Haryanto dengan perolehan suara 146 Suara. Sementara surat suara tidak sah sebanyak 3 Lembar. “Penghitungan suara ulang atau buka kotak sudah digelar, hasilnya terdapat 3 selisih suara Yendra Haito dan Didi Aprianto,” katanya

Dalam penghitungan ulang itu, juga disaksikan sejumlah pihak mulai dari saksi cakades, Plt. Asisten 1 Pemkab Kaur, Anggota DPRD Kabupaten Kaur, Pabung TNI 0408 / BS – Kaur, Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan Setda Kaur, pihak PMD, Kasat Intelkam Polres Kaur, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kaur, Panitia Pilkades Desa Jawi, BPD Desa Jawi serta Saksi dari Calon Kades Desa Jawi.

Plt Asisten 1 Setda Kaur Robi Antoni M.Si menambahkan, dalam proses penghitungan ulang surat suara panita Pilkades kembali menjelaskan terkait dengan penjelasan suara sah dan tidak sah sesuai perbup, kemudian langsung mengambil satu per satu surat suara dan akan langsung dibacakan kembali hasil pencoblosan. “Proses Penghitungan ulang surat suara telah selesai dilaksanakan, untuk kades terpilih belum diputuskan mengingat permasalahan Pilkades Desa Jawi sudah teregistrasi di PTUN, jadi kita tunggu putusan PTUN Bengkulu terlebih dahulu,” ujarnya. (jul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *