Bungkul, Takjil Ala Kaur yang Laris Manis

  • Whatsapp

BERBUKA dengan nuansa manis-manisan ditambah dengan sirup dicampur es batu atau air dingin dari prezeer, memang nyaris menjadi menu wajib saat berbuka puasa. Kerongkongan terasa lega saat menu berbuka puasa tersebut terpenuhi. Nah menu yang akan dibahas kali ini yakni Bongkol, makanan khas bengkulu yang juga terdapat di Kabupaten Kaur ini bukan hal yang aneh buat warga kota Bintuhan, bahkan saat bukan bulan puasa saja banyak anak anak menjajakan makanan tersebut keliling kampung.

Saat Ramadan ada beberapa tempat yang biasa menjadi langganan warga mencicipi bongkol khas kaur yang terbuat dari tepung beras alami, dipadukan dengan gula aren dan gula pasir ditambah dengan santan murni itu, membuat makanan ini semakin banyak diminati. Pembungkus dari daun pisang dengan teknik memasak menggunakan sistem kukus membuat bongkol menjadi salah satu menu berbuka puasa yang banyak di buru para warga. “Harganya tak terlalu mahal biasanya Rp 2 ribu satu bungkus ini banyak yang buat di Kota Bintuhan,” ujar Didit (28) salah satu warga Kota Bintuhan yang menjadi peminat Bongkol.

Bacaan Lainnya

Menurut pria kelahiran Padang Guci ini, makanan tersebut hampir memenuhi seluruh selera saat berbuka puasa, apalagi selain ada tepung beras yang enak juga terdapat kuah yang sangat cocok dinikmati saat berbuka puasa. Dia mengaku untuk menikmati makanan ini tergantung dengan selera pemikatnya terkadang dirinya mencampurkan bongkahan es batu kecil biar tambah enak dinikmati,” imbuhnya.

Nika (30) warga Kaur yang berjualan bongkol melalui laman facebook mengaku dalam satu hari jualnya lumayan laris manis. Jualan menggunakan media sosial ini terbilang sangat mudah memasarkan tinggal foto foto setelah itu oload di medsos menunggu komentar bagi yang berminat. Sebagian rela datang ke rumah mengambil pesanannya ada juga yang minta antar ke rumah. “Nah kalau yang dekat dekat kita antar ke rumahnya sehari lumayan banyak yang laku saya kebetulan menjual bongkol masakan keluarga,” imbuhnya kemarin. (jul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *