Banyak Warga Terserang Diare

  • Whatsapp
DIRAWAT : Kondisi Pasien rawat inap di RSUD Hasanuddin Damrah BS, Jumat (21/5).

KOTA MANNA – Moment hari raya Idul Fitri yang mestinya menjadi momen menyenangkan bersama keluarga. Ternyata, banyak orang mengeluhkan sakit perut dan diare hingga harus dilarikan di rumah sakit. Data RSHD Manna, tercatat sejak Rabu (19/5) – Jumat (21/5) sudah 25 warga yang berobat karena mengalami diare. Mulai dari diare ringan, hingga diare parah yang mengharuskan pasien rawat inap.

Seperti yang dialami Bidin (55) warga Kecamatan Bunga Mas, dirinya mulai terkena diare saat pada hari kedua lebaran. Sebelumnya telah berobat ke Puskesmas terdekat, namun belum juga sembuh. Sehingga langsung datang ke RSUD HD BS pada Rabu (19/5) sore.

Bacaan Lainnya

“Mulai terkena diae sejak Sabtu (15/5) pagi, awalnya hanya mules saja. Tapi tiba-tiba pingin buang air besar tak tertahankan. Mulai saat itulah, BAB saya encer dan terus berlangsung hingga beberapa hari,” ceritanya kepada Rasel.

Diteruskannya, untuk penyebab awal terkena diare. Dirinya belum mengetahui secara pasti. Akan tetapi, sakit diare sangat mengganggu jalannya aktifitas dan mengurangi daya tahan tubuh. “Karena sudah tak sanggup lagi, akhirnya saya berobat ke Rumah Sakit. Setidaknya akan mendapatkan perawatan intensif,” ungkapnya.

Sama dialami Sudis (45), pasien sakit diare asal Kecamatan Ulu Manna. Dirinya mengalami sakit diare sejak hari pertama lebaran. Namun sudah lima hari berobat secara mandiri tidak kunjung sembuh. Kemudian memutuskan untuk berobat ke Rumah Sakit Umum.

“Minum ramuan tradisional sudah, tapi sakitnya belum juga sembuh. Bahkan, bertambah parah. Mungkin karena faktor makanan saat Hari Raya Idul Fitri. Sebelumnya kan melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Saat lebaran tiba, mungkin perut belum siap diisi makanan terlalu banyak,” jelasnya.

Terpisah, salah seorang perawat Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD HD BS, Nakasima, Ners. Kep. Mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan warga terkenan diare. Terutama saat hari Raya Idul Fitri. Pertama adalah faktor makanan, kemudian faktor fisik yakni kelelahan karena aktifitas yang padat. “Secara teori, diare bisa saja muncul akibat konsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihan dan kesehatannya. Kemudian konsumsi jenis makanan yang tidak seimbang. Misalnya makanan yang terlalu pedas, ataupun terlalu asam. Sehingga, membuat kadar asam lambung meningkat dan berujung pada diare,” terangnya.

Namun demikian, ada beberapa hal yang harus dilakukan masyarakat agar terhindar dari sakit diare. Pertama, dia menyarankan agar tidak makan terlalu banyak setelah perut lama dalam keadaan kosong. Kemudian, hindari makanan yang terlalu pedas ataupun asam. Saat gejala diare mucul, disarankan untuk mengonsumsi air matang secara cukup. Minimal dua liter per hari.

“Umumnya diare berlangsung hingga tiga sampai lima hari. Jika masih berlanjut, perlu dirawat intensif. Mungkin dibutuhkan pemberian cairan infus agar pasien tidak dehidrasi. Serta diberikan obat antibiotik dan vitamin,” pungkasnya. (cw2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *